Kamis, 03 Juni 2010

Rame-rame Mengoleksi Puring



Puluhan pengunjung tampak memenuhi beberapa stand yang memajang tanaman puring di pameran Flona Jakarta 2008. Beberapa dari pengunjung itu tampak gigih menawar kepada penjual masing-masing stand.

Tanaman puring ini memang unik, daunnya beraneka warna dengan perpaduan warna yang serasi. Seperti dikatakan salah satu pengunjung stand Mona, puring memang mulai booming di Jakarta setelah tren anthurium mulai menurun.

"Saya memang koleksi tanaman unik seperti puring ini salah satunya. Yang bikin menarik, perpaduan warna daun, bentuk daun dan setiap puring punya keistimewaan masing-masing," kata warga Setia Budi, Jakarta tersebut.

Senada dengan Mona, Anton yang mengantar saudara menyaksikan pameran Flona di Lapangan Banteng, hari ini, mengaku tertarik saat pertama kali melihat aneka jenis tanaman puring yang berjajar di depan sebelah kiri stand Dinas Pertamanan DKI Jakarta tersebut.

"Tadinya cuman nganterin aja, nih malah beli puring Afrika yang kecil, soalnya warnanya unik, padahal hanya warna daun saja. Ada unik yang lain, daun saat muda dan setelah tua bisa berbeda," kata Anton.

Ia juga menuturkan harga tanaman puring tersebut termasuk terjangkau dan perawatannya juga relatif mudah. "Tadi saya tanya penjualnya, puring ini cukup diberi pupuk dan dirawat seperti disiram air secara teratur, sudah hidup sendiri," kata warga Jakarta Timur tersebut.

Sedangkan dikatakan petugas stand Taman Bunga El-Wardah Sulton, beberapa pengunjung memang sempat menanyakan jenis puring apel malang atau kuning telor yang dijualnya. "Puring jenis ini punya keserasian warna antara kuning dan hijau, harganya mencapai Rp 40.000 per pot, kalau yang sedang tapi bentuk daunnya hampir sempurna bisa mencapai harga Rp 500 ribu," kata Sulton asal Kediri, Jawa Timur.

Ia juga menambahkan tanaman puring ini di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah banyak yang membudidayakan. "Paling banyak memang di daerah Sleman, Yogyakarta, tetapi memang belum terlalu diburu para kolektor seperti anthurium atau gelombang cinta. Trennya baru mau naik sepertinya," kata Sulton.

Ia mendatangkan koleksi puring dari Kediri untuk dipamerkan di Flona Jakarta 2008 yang berlangsung hingga 26 Agustus nanti. Hampir sama dengan Sulton, Nando asal Yogyakarta juga membawa ratusan koleksi puring pada ajang pameran flora dan fauna yang menampilkan 519 stand ini.

Pemilik stand Camelia Garden tersebut juga mengakui keunikan puring itu terletak pada warna, jenis dan bentuk daunnya."Kami membawa satu koleksi langka puring jenis Red Dragon yang berdaun lebar dan sepanjang sekitar 30 cm. Untuk jenis ini kami tawarkan Rp 20 juta, daunnya kalau sudah tua berwarna merah tapi kalau masih muda berwarna hijau," kata Nando.

Koleksi puring yang paling banyak dicari, kata Nando, selain Red Dragon, ada jenis Banglor, Concord Brazil, Seribu Bintang."Jenis Oscar juga paling banyak diburu pengunjung, ukuran yang kecil harganya sekitar Rp 300 ribu, bentuk sedang mencapai Rp 3-4 juta," kata Nando yang mewarisi bisnis tanaman dari ayahnya.

Ia menjelaskan jenis lain yang paling laku Banglor, untuk ukuran kecil harganya sekitar Rp 700 ribu, bentuk sedang mencapai Rp 2-3 juta. Ia mengakui harga jenis puring itu memang variatif, seperti Concord Brazil yang paling laku terjual, ukuran kecilnya bisa mencapai Rp 1 juta, sedangkan yang tanggung mencapai Rp 2-4 juta.

"Tapi ada juga jenis puring yang paling langka yakni Vinola, jenis ini memang yang paling diburu para kolektor, harganya hingga Rp 30-40 juta," kata Nando. Ia menuturkan kolektor yang menyukasi jenis tanaman ii kebanyakan memiliki ketertarikan di bidang seni, seperti seniman atau pekerja seni.

"Nilai seninya itu terletak pada keunikan perpaduan warna pada daun dan bentuk daun yang beraneka ragam. Sebut saja, Concord Brazil ang berbentuk seperti pesawat, unik-unik deh pokoknya," jelasnya.

Kecenderungan tren tanaman sepertinya akan bergeser. Tanaman anthurium memang masih banyak digilai para kolektor, tapi bagi kolektor tanaman yang memiliki citarasa seni, dedaunan puring ini bisa menjadi alternatif. Harganya juga masih relatif terjangkau dibanding jenis tanaman koleksi lain tapi keindahan daun puring juga tak kalah bila dipajang maupun dipamerkan.

Dari : kompas.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar