Kamis, 03 Juni 2010

Puring : Persilangan Hasilkan Varian Baru


Jenis tanaman puring ratusan jumlahnya.
Di antara sekian banyak jenis tersebut, yang paling dikenal adalah puring kura-kura, puring lilin, puring cabe, puring bulu ayam, puring rambut api, puring jet dan puring spageti. Pemberian nama puring biasanya disesuaikan dengan bentuk daunnya. Puring lilin misalnya, dinamai demikian karena garis tengah daunnya mirip lilin. Atau puring bulu ayam, lantaran daunnya yang menyerupai bulu ayam. Begitu pula puring kura-kura, karena daunnya seperti kura-kura.
Tapi tidak semua penamaan itu berdasarkan bentuk daunnya. Ada pula berdasarkan tempat terjadi persilangan atau asal dari tanaman puring tersebut. Contohnya adalah puring Malang, karena jenis ini diperoleh dari hasil persilangan yang dilakukan di Malang, Jawa Timur. Demikian pula jenis puring oskar, puring Kora, puring Ketapang, puring India, serta puring Kora Thailand.
Seorang penggemar tanaman hias asal Semarang, Danny Setiawan mengemukakan membuat bentuk daun puring menjadi bervariasi bisa dilakukan dengan rekayasa, antara lain dengan cara setek atau menyambung. Dengan cara ini, akan terbentuk varian-varian baru yang memiliki variasi daun baru pada satu batang pohon. Sedangkan untuk memperbanyak puring, menurut Danny, bisa dilakukan dengan cara vegetatif atau pembibitan dengan biji, selain dengan okulasi dan cangkok.
”Untuk mendapatkan biji puring, maka tanaman itu harus dipelihara dalam waktu yang relatif lama. Cara ini memungkinkan bila perbanyakan dilakukan dalam jumlah banyak. Sedangkan perbanyakan dengan cara cangkok, diperlukan bibit atau hasil cangkokan yang umurnya relatif lebih tua dan bisa langsung ditanam di media sesungguhnya,” ujar Danny yang ditemui Espos belum lama ini.
Tampil cantik
Danny menjelaskan untuk memperoleh varietas puring baru dapat pula dilakukan dengan cara kawin silang, yaitu mengawinkan putik jenis puring tertentu dengan benang sari puring lainnya. Cara ini, lanjut dia, memerlukan waktu lebih lama dan juga membutuhkan ketekunan dan kesabaran.
”Untuk persilangan ini bisa dengan cara penyerbukan alami. Tapi karena membutuhkan waktu relatif lebih lama, proses persilangannya bisa dibantu oleh manusia. Hasilnya bisa dilihat dari pertumbuhan mulai dari biji hingga ketinggian tanaman mencapai 15 cm dalam kurun waktu tiga bulan,” kata Danny.
Danny menuturkan ada beberapa jenis puring yang memiliki harga relatif tinggi, misalnya puring langka, bentuk dan warna daunnya sangat unik. Biasanya, yang termasuk jenis ini adalah puring koleksi dan diburu para kolektor, antara lain puring kura-kura, puring Kora Thailand, puring India dan puring fantasi. Beberapa jenis puring ketinggiannya bisa mencapai lima meter.
”Tapi puring bisa tampil cantik saat ditanam di dalam pot. Perbanyakan biasanya dilakukan dengan setek ataupun cangkok. Bisa ditanam di border dengan sekelompok tanaman lain, atau soliter tampil sendiri,” papar Danny.
Di sisi lain, Danny menyebutkan kegagalan persilangan bisa saja terjadi bila kualitas indukan puring kurang berkualitas. Akibatnya, anakan dari persilangan tersebut juga tidak bisa sesuai yang diharapkan.
“Saat terjadi kegagalan dalam proses persilangan, anakan yang gagal tersebut biasanya saya bakar untuk mengurangi risiko munculnya hasil persilangan-persilangan berikutnya yang rusak,” pungkas Danny. - sry

Dari : solopos.net

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar